Berita Migas‎ > ‎

Berita MIGAS: PENYEBAB PRODUKSI MIGAS NASIONAL TAK TUMBUH

INILAH SEBABNYA PRODUKSI MIGAS NASIONAL TAK TUMBUH
 
Headline
Inilah.com
Oleh: Ranto Rajagukguk
ekonomi - Jumat, 1 Maret 2013 | 13:32 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan realisasi penunjang proyek di sektor migas banyak mengalami kendala dari target patokan awal sehingga masih ada sejumlah proyek yang tidak bisa dijalankan sesuai proyeksi.

Kepala Humas SKK Migas, Elan Biantoro menuturkan, data hingga 22 Februari 2012, realisasi proyek seismik 2D dalam menentukan cadang migas di sejumlah daerah hanya tercapai 22 kilo meter persegi (km2) dari target awal yang mencapai 1.250 km2, atau berkisar 18%.

Adapun sumur eksplorasi dari 21 proyek hanya 10 sumur yang mampu direalisasikan atau sekitar 47,6%. Sementara sumur pengembangan terealisasi 100 sumur atau mencapai 69,4% dari target awal 144 sumur.

Untuk perawatan sumur, Elan menyebutkan proyek ini hanya terealisasi sebesar 1250 sumur, atau tercapai 51% dari target awal yang mencapai 2470 sumur. Adapun kegiatan workover atau kerja ulang memindahkan lapisan terealisasi 88 pekerjaan dari target awal 190 pekerjaan.

"Masih banyak yang melenceng sesuai target. Kami transparan saja. Karena memang hambatannya sendiri lebih ke non teknis," kata Elan di Jakarta, Jumat (1/3/2013).

Meski mengalami banyak hambatan, Elan mengaku akan terus bekerja keras dan menjadi cambuk dalam mengoptimalkan realisasi sejumlah proyek di sektor migas.

Menurut dia, hambatan non teknis yang kerap menghalangi sejumlah proyek ini antara lain adalah tumpang tindih lahan, keamanan, sampai faktor lingkungan masyarakat.

"Hampir 33% proyek migas itu masalahnya non teknis. Masalahnya langsung di sekitar proyek seperti tumpang tindih lahan, masalah izin masyarakat dan lain sebagainya," ujar dia.

Dari sekian banyak hambatan yang ada, Elan mengaku proyek seismek 3D justru melampui target dari patokan awal. Torehan persentase sebesar 127% atau tercover 957 km2 dari target awal yang hanya 750 km2. [mel]

Comments