Berita Migas‎ > ‎

Berita Migas Page3

Page ( 1  2  4  5  6  7  8  9 ) Lowongan Kerja Migas

SKK Migas Sarankan Pengelola Blok Mahakam Kolaborasi

Dani Jumadil Akhir - Okezone
Selasa, 19 Februari 2013 17:10 wib
JAKARTA - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini menyarankan agar perusahaan nasional dan asing melakukan kolaborasi dalam pengelolaan Blok Mahakam.

"Lebih baik kolaborasi saja karena Blok Mahakam investasinya besar sekali walaupun pada 2017 sisa cadangannya hanya Rp2 triilun cubic per feed (TCF)," ujar Rudi, seusai pelantikan pejabat di Kantor SKK Migas, Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Blok Mahakam akan habis masa kontraknya pada 2017. Saat ini, kontrak Blok Mahakam masih dipegang oleh Total E&P yang kerjasama dengan Inpex. Meskipun hampir habis, saat ini pemerintah masih belum menentukan apakah kontrak tersebut diperpanjang atau mencari operator baru.

Perusahaan pelat merah Pertamina sudah menyatakan ketertarikannya untuk menggantikan Total sebagai operator di Blok Mahakam pada 2017 nanti. Meskipun begitu, pemerintah masih belum memutuskan siapa yang akan mengelola blok tersebut. Rudi menegaskan, untuk menjadi operator tidak perlu harus memiliki saham yang besar karena tergantung pada kesepakatan para pemegang saham.

"Ibarat beli mobil dengan patungan yang bisa bawa mobil lah yang nyetir, kan tidak mungkin yang dananya paling besar tapi tidak bisa bawa mobil disuruh bawa mobil," tegasnya.

Dalam konteks blok Mahakam, sebut Rudi, pihaknya hanya bisa memberikan masukan dan tidak bisa ikut memutuskan siapa yang pantas untuk menjadi operator.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta kepada Pertamina sama-sama menghitung mengenai kapabilitas perseroan yang mampu mengoperatori lapangan minyak dan gas (migas) Blok Mahakam yang akan habis masa kontraknya di 2017.
(gnm)


PENGELOLA BLOK MAHAKAM HARUS TINGKATKAN CADANGAN TERBUKTI

20 Pebruari 2013
Gathering Testing Satellites (GTS) membaur harmonis dengan ekosistem rawa di Delta Mahakam, Kalimantan Timur.

Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menginginkan agar pengelola Blok Mahakam yang akan datang mampu secara aktif melakukan eksplorasi di laut dalam sekitar wilayah tersebut dengan investasi yang besar sehingga dapat menambah cadangan gas terbukti yang tinggal sedikit di blok Mahakam.

“Dulu saat cadangan di Blok Mahakam masih banyak dan produksi masih tinggi di tahun 1997, kenapa diberikan perpanjangan kontrak ke Total Indonesie di tahun 1997 oleh yang dulu? Sekarang cadangannya tinggal sedikit, kenapa malah ribut? Yang kita butuhkan sekarang ini bukan memperebutkan blok tersebut. Tapi siapa yang berani investasi untuk eksplorasi di laut yang lebih dalam lagi agar cadangan minyak dan gas di blok Mahakam dapat meningkat,” ujar Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini disela-sela acara pelantikan pejabat setingkat Kepala Dinas dan Kepala Subdinas di Jakarta, Selasa (19/02).

Cadangan gas terbukti di blok Mahakam Kalimantan Timur ketika kontrak berakhir 2017 diperkirakan tinggal 2 triliun kaki kubik (trillion cubic feet / TCF) dan dibutuhkan investasi Rp80 triliun untuk dapat memproduksi gas dari blok tersebut selama masa operasi 20 tahun.

“Jadi hanya untuk mengangkat gas yang sudah terbukti tersebut saja dibutuhkan investasi sebesar Rp80 triliun dimana dari hasil investasi tersebut dengan sistem bagi hasil 70% untuk Pemerintah dan 30% untuk kontraktor maka kontraktor yang akan mengelola blok mahakam akan mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp36 triliun sementara Pemerintah Republik Indonesia akan mendapatkan keuntungan bersih yang jauh lebih besar sekitar Rp84 triliun tanpa harus keluarkan modal. Dalam hal Penerimaan Negara, yang kami inginkan adalah Penerimaan Negara yang optimal ditambah dengan penambahan cadangan baru di wilayah tersebut,” ujarnya.

Diluar biaya investasi untuk mengangkat cadangan gas terbukti di Blok Mahakam, dibutuhkan juga investasi yang jumlahnya tidak sedikit untuk melakukan eksplorasi agar cadangan terbukti di blok Mahakam dapat ditingkatkan lebih dari 2 TCF. “Dana yang dibutuhkan untuk eksplorasi tambahan di Blok Mahakam bisa ratusan trilliun dan itu belum tentu berhasil padahal sesuai dengan keinginan banyak pihak agar cadangan gas Indonesia juga harus meningkat. Jika tidak ada investasi tambahan di blok Mahakam untuk eksplorasi maka masa depan cadangan gas Indonesia akan terancam” tandasnya.

Karena itu saat ini masih dibutuhkan investor untuk dapat membantu Pemerintah untuk melakukan eksplorasi dalam rangka meningkatkan cadangan gas terbukti di blok Mahakam tanpa perlu Pemerintah menanggung resiko kerugian jika eksplorasi tersebut gagal. “Negara jangan sampai menanggung resiko akibat kegagalan eksplorasi. Apakah BUMN dan BUMD mau menanggung kerugian eksplorasi seluruhnya ? Kasihan Negeri ini kalau harus mengorbankan hilangnya potensi tambahan cadangan minyak dan gas akibat tidak ada investasi,” kata Rudi. (*)


SKK Migas Lantik 264 Pejabat Baru

19 Pebruari 2013

Jakarta—Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) kembali melakukan pembenahan internal dengan melantik 264 orang kepala dinas dan kepala subdinas pada hari Selasa (19/2).

Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengatakan pelantikan hari ini merupakan kelanjutan dari reorganisasi yang dilakukan sekitar dua minggu lalu. “Pelantikan yang dilakukan saat ini lebih kepada rotasi yang saya maksudkan untuk mendekatkan pada keahlian yang saudara miliki,” ujar Rudi kepada para pejabat yang dilantik.

Rudi mengingatkan kepada pejabat yang dilantik untuk langsung bekerja guna mengejar target jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang yang harus diselesaikan.

Target jangka pendek adalah berusaha mencapai target produksi tahun 2013 dan tahun 2014. Sesuai arahan pemerintah, pada tahun 2014 produksi minyak harian harus menyentuh angka 1 juta barel per hari, dengan rata-rata tahunan sekitar 900 ribu bopd. Kemudian pencapaian target produksi minyak tahun 2015 yang rata-rata tahunannya harus mencapai 1 juta barel per hari. Untuk jangka menengah, industri hulu migas ditargetkan untuk meningkatkan produksi melalui program Improved Oil Recovery (IOR).
Sedang target jangka panjang adalah untuk meningkatkan cadangan, utamanya cadangan minyak yang selama beberapa tahun belakangan ini mulai menurun. Upaya ini dilakukan untuk mendukung ketersediaan energi di masa yang akan datang. (ALF)

Page ( 1  2  4  5  6  7  8  9 ) Lowongan Kerja Migas


Comments