Berita Migas‎ > ‎

Berita Migas Page 5

Page ( 1  2  3  4  6  7  8  9 ) Lowongan Kerja Migas

Sektor Migas Sumbang Pendapatan Terbesar untuk Kas Negara

Albi Wahyudi
Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini, Jakarta, (Jaringnews/ Dwi Sulistyo)
Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini, Jakarta, (Jaringnews/ Dwi Sulistyo)

Sebesar Rp 300 triliun masuk kas negara.

JAKARTA, Jaringnews.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menilai industri migas memiliki jasa yang besar, karena dengan kerja keras eksplorasi dan eksploitasinya dapat menghasilkan pendapatan negara yang paling besar.

Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengungkapkan saat ini industri migas telah berperan dalam memberikan pendapatan ke negara sebesar USD 35 miliar atau Rp 300 triliun dari investasi yang dikeluarkan USD 1,55 milar.  Penerimaan ke negara tersebut terbilang paling besar dibandingkan pendapatan dari sektor lain.

"Investasi migas USD 15,5 miliar, menghasilkan USD 35 miliar penerimaan negara, industri mana selain migas menghasilkan Rp300 triliun?" kata Rudi, saat menghadiri rapat kerja SKK Migas, di Gedung City Plaza, Jakarta, Kamis (14/2).

Menurut Rudi, dengan memberikan pendapatan ke negara yang besar itu, maka para pekerja disektor industri migas dan kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pantas disebut pahlawan tanpa tanda jasa.

"Saya menilai mereka itu yang bekerja di KKKS dan yang terkait, dianggap sebagai pahlawan yang menyumbang pendapatan negara," tutur Rudi.


Lanjut Rudi, pendapatan dari sektor migas saat ini telah menurun sebesar 27 % ke Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), hal itu karena berkembangnya perekonomian pada sektor lain, berbeda dengan pendapatan migas pada tahun 1970 yang menyumbang 60 hingga 70 % untuk negara.


"Tahun 1970 pendapatan negara dari migas mencapai 60-70 %, karena saat ini ekonomi telah berkembang banyak dan sektor lain berkembang juga, maka penerimaan negara saat ini menurun 27 %," tukas Rudi.


SKK Migas Targetkan Produksi Minyak Tak Turun

14 Pebruari 2013

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan laju penurunan produksi minyak pada tahun ini hanya sebesar 0,2 persen. Upaya yang dilakukan dengan menggiatkan pengeboran pengembangan, work over, well service dan optimasi fasilitas yang didukung oleh perubahan struktur didalam organisasi. “Tanpa melakukan kegiatan apapun, laju penurunan produksi minyak pada tahun ini diperkirakan mencapai 21 persen,” kata Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini saat membuka Rapat Kerja SKK Migas 2013 di Jakarta, Kamis (14/2).

Dia menjelaskan, untuk produksi gas diharapkan dapat meningkat 4,2 persen. Tanpa kegiatan apapun untuk menahan laju penurunan, produksi gas tahun ini akan turun sebesar 20 persen. Pada tahun 2012 laju penurunan produksi minyak bisa ditahan menjadi 4,7 persen. Tahun sebelumnya ditahan sebesar 4,5 persen. Sementara laju penurunan produksi gas pada 2012 sebesar 3,1 persen dan tahun 2011 sebesar 5 persen.

Untuk mewujudkan upaya-upaya tersebut maka dibentuk antara lain divisi survei dan pengeboran dan divisi pengawasan rencana pengembangan lapangan (Plan of Development). Semua hal tesebut dibentuk untuk penajaman fokus agar bisa menahan laju penurunan produksi minyak dan gas dan menambah cadangan untuk pencapaian target jangka panjang.

“Dalam operasi perminyakan, salah satu hal yang paling utama adalah pengeboran. Tanpa adanya pengeboran maka mustahil akan ada penambahan produksi minyak untuk menahan laju penurunan produksi atau meningkatkan produksi gas karena itu aktivitas pengeboran akan kita tingkatkan,” ujarnya.

Dia berharap tahun 2013 menjadi tahun kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk mendukung pencapaian target kinerja hulu migas. Harapan tersebut muncul karena terdapat sejumlah hambatan yang berpotensi mengganggu penambahan cadangan baru dan pencapaian target produksi minyak dan gas Nasional tahun ini. Untuk mencapai target produksi minyak dan gas tahun 2013, harus dilakukan kegiatan Pengeboran sumur pengembangan, work over dan kepastian proyek dapat direalisasikan tepat waktu. Namun masih terdapat hambatan antara lain pengadaan rig, perijinan, pembebasan lahan, evaluasi G&G, menunggu kepastian pembeli yang membuat proyek terhenti, masalah formasi dan masalah cuaca sebesar.

Sementara dalam melakukan kegiatan eksplorasi yang akan memberikan dampak realisasi produksi pada 10 – 15 tahun mendatang terdapat juga hambatan-hambatan antara lain masalah ijin dan pembebasan lahan, masalah proses pengadaan, jadwal rig, persiapan lokasi, evaluasi Geologi dan Geofisika dan lain-lain. Untuk mengatasi kendala eksternal, Rudi mengharapkan bantuan dari semua pihak terkait. “Kami sangat butuh bantuan dari semua pihak,” ujarnya. (DWI)

Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini membuka Rapat Kerja SKK Migas Tahun 2013.

Page ( 1  2  3  4  6  7  8  9 ) Lowongan Kerja Migas
Comments