Berita Migas‎ > ‎

Berita MIGAS: Negara Jangan Rugi di Blok Mahakam

Kepala SKK Migas: Negara Jangan Rugi di Blok Mahakam

 

Rabu, 20 Februari 2013 - 09:44 WIB

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menginginkan agar pengelola Blok Mahakam yang akan datang mampu secara aktif melakukan eksplorasi  di laut dalam sekitar wilayah tersebut dengan investasi yang besar sehingga dapat menambah cadangan gas terbukti yang tinggal sedikit di blok Mahakam.

 Namun Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini tidak yakin ada investor khususnya dari dalam negeri yang berani investasi untuk eksplorasi di laut yang lebih dalam lagi agar cadangan minyak dan gas di blok Mahakam dapat meningkat.

Rudi juga mempertanyakan sikap sejumlah pihak yang dulu diam saat cadangan di Blok Mahakam masih banyak dan produksi masih tinggi di tahun 1997, diberikan perpanjangan kontrak ke Total Indonesia. Namun sekarang saat cadangannya tinggal sedikit justru malah ribut.

“Yang kita butuhkan sekarang ini bukan memperebutkan blok tersebut. Tapi siapa yang berani investasi untuk eksplorasi di laut yang lebih dalam lagi agar cadangan minyak dan gas di blok Mahakam dapat meningkat,” ujar Rudi Rubiandini disela-sela acara pelantikan pejabat setingkat Kepala Dinas dan Kepala Subdinas di Jakarta, Selasa (19/02)

Menurut Rudi , cadangan gas terbukti di blok Mahakam Kalimantan Timur ketika kontrak berakhir 2017 diperkirakan tinggal 2 triliun kaki kubik (trillion cubic feet / TCF) dan dibutuhkan investasi Rp 80 triliun untuk dapat memproduksi gas dari blok tersebut selama  masa operasi 20 tahun.

“Jadi hanya untuk mengangkat gas yang sudah terbukti tersebut saja dibutuhkan investasi sebesar Rp 80 triliun dimana dari hasil investasi tersebut dengan sistem bagi hasil 70% untuk Pemerintah dan 30% untuk kontraktor maka kontraktor yang akan mengelola blok mahakam akan mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp 36 triliun sementara Pemerintah Republik Indonesia akan mendapatkan keuntungan bersih yang jauh lebih besar sekitar Rp 84 triliun tanpa harus keluarkan modal,” papar Rudi.

Kepala SKK Migas itu meyakinkan, dalam hal penerimaan negara itu, pihaknya hanya menginginkan  penerimaan negara yang optimal ditambah dengan penambahan cadangan baru di wilayah tersebut.

Rudi juga mengingatkan, diluar biaya investasi untuk mengangkat cadangan gas terbukti di Blok Mahakam, dibutuhkan juga investasi yang jumlahnya tidak sedikit untuk melakukan eksplorasi agar cadangan terbukti di blok Mahakam dapat ditingkatkan lebih dari 2 TCF.

“Dana yang dibutuhkan untuk eksplorasi tambahan di Blok Mahakam bisa ratusan trilliun dan itu belum tentu berhasil padahal sesuai dengan keinginan banyak pihak agar cadangan gas Indonesia juga harus meningkat. Jika tidak ada investasi tambahan di blok Mahakam untuk eksplorasi maka masa depan cadangan gas Indonesia akan terancam” tandasnya.

Karena itu, lanjut Rudi, saat ini masih dibutuhkan investor untuk dapat membantu Pemerintah untuk melakukan eksplorasi dalam rangka meningkatkan cadangan gas terbukti di blok Mahakam tanpa perlu Pemerintah menanggung resiko kerugian jika eksplorasi tersebut gagal.

“Negara jangan sampai menanggung resiko akibat kegagalan eksplorasi. Apakah BUMN dan BUMD mau menanggung kerugian eksplorasi seluruhnya ? Kasihan Negeri ini kalau harus mengorbankan hilangnya potensi tambahan cadangan minyak dan gas akibat tidak ada investasi,” tegas Rudi. (ES)

Comments