Berita Migas‎ > ‎

Berita MIGAS: Coal Bed Methane

2500 Rumah Penduduk Menikmati Aliran Listrik Gas Batubara

2 Mei 2013

Balikpapan – Pemanfaatan Gas Batubara atau Coalbed Methane (CBM) untuk Industri kelistrikan mulai membuahkan hasil. SKK Migas melalui Kontraktor Kontrak Kerjasama (Kontraktor KKS) Vico Indonesia berhasil menyalurkan energi kelistrikan ke sekitar 2500 rumah penduduk di Kalimantan. Pemanfaatan gas batubara untuk listrik warga ini merupakan yang pertama di Indonesia. Proyek Gas Batubara untuk energi kelistrikan sendiri berada di Blok Sanga-Sanga Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur.

General Manager PLN Kalimantan Timur, Nyoman S. Astawa mengatakan penggunaan gas batubara untuk kelistrikan ini menghemat Rp 1.550 per Kwh. Harga produksi CBM Rp 1.150 per Kwh, sementara jika memakai solar sekitar Rp 2.700 per Kwh. “Total penghematan mencapai Rp 17 Miliar per tahun,“ ujar Nyoman saat peresmian Gas CBM untuk kelistrikan di Balikpapan, Selasa (30/4).

Pemanfaatan Gas Batubara ini, menurut Nyoman sangat menguntungkan PLN karena bisa menekan subsidi pemerintah. Kontrak Kerja PLN dengan Vico Indonesia berlangsung hingga Desember 2014.

“Kemungkinan akan kita lanjutkan kembali, sembari menunggu pemerintah mengatur harga komersial gas batubara di Indonesia,” katanya.

Deputi pengendalian Operasi SKK Migas, Muliawan Proyek CBM merupakan realisasi SKK Migas dan Vico Indonesia dengan produksi sebesar 0,5 juta kaki kubik per hari. “Ini proyek CBM untuk kelistrikan pertama kali di Indonesia,” katanya. (HEN)


Comments