Berita Migas‎ > ‎

Berita MIGAS: Bukti SKK Migas Istimewakan Pertamina

Ini Dia Bukti SKK Migas Istimewakan Pertamina

Vicky Anggriawan

26 Feb 2013 10:00:39

Kepala SK Migas Rudi Rubiandini (Foto: Aktual.co/Oke Dwi Atmaja)

"Pertamina adalah anak emas di negeri sendiri, dengan data yang ada di kontrak PSC," ungkap Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini k

Jakarta, Aktual.co — Banyak pihak masih berasumsi bahwa Pertamina selalu dianaktirikan di negeri sendiri. Namun, fakta yang ada justru menunjukan sebaliknya. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) buka-bukaan soal perlakukan istimewa SKK Migas kepada PT Pertamina (Persero) di industri migas dalam negeri.

 "Pertamina adalah anak emas di negeri sendiri, dengan data yang ada di kontrak PSC," ungkap Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini kepada Aktual.co, Jakarta, Selasa (26/2).

 Kepala SKK yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM ini mengatakan, keistimewaan Pertamina di dalam industri hulu migas terlihat dari kontrak Production Sharing Contract (PSC) yang dimiliki Pertamina. Dalam PSC-PSC tersebut selalu disebutkan penyisihan Wilayah Kerja (WK) Pertamina sebelum akhir tahun ke-10 hanya diberikan minimal 10%. Sedangkan untuk KKKS lain, penyisihan WK pada akhir tahun ke 3 malah sebesar 20% hingga 25%.

 Selain itu, Pertamina juga bisa mendapat kerjasama pengelolaan wilayah kerja dengan pihak lain dalam bentuk pengalihan Interest dan kerjasama bantuan teknis, sedangkan KKKS migas lain diperlakukan hanya dalam bentuk pengalihan Interest.

 Guru Besar Perminyakan Institut Tekhnologi Bandung ini juga mengatakan, dalam urusan Domestic Market Obligation (DMO), perusahaan migas pelat merah itu mendapat harga full price harga pasar, sedangkan KKKS lain hanya diberikan jatah waktu 5 tahun full price dan selanjutnya 25% harga ekspor.

 Lebih istimewanya lagi, Pertamina ditunjuk dan diwajibkan menjual minyak dari WKnya, sedangkan KKKS lain hanya dapat menunjuk pihak lain sebagai penjual minyak bagian negara.

 Selain itu, dalam pola bagi hasil pengelolaan hulu minyak dan gas bumi, Pertamina mendapatkan bagian 60:40 dibandingkan negara, sedangkan KKKS lain pada umumnya 85:15 untuk minyak, dan 70:30 untuk gas.

 "Ini adalah sebagian bentuk perlakuan anak emas pemerintah pada Pertamina, dan sesungguhnya masih banyak hal lain yang juga diberikan, seperti tidak adanya ring fancing, dan lain-lain," imbuh Rudi.

Tri Wibowo -

Comments