Berita Migas‎ > ‎

Berita MIGAS: Alasan SKK Migas Ajukan Insentif Eksplorasi

Alasan SKK Migas Ajukan Insentif Eksplorasi
 
Headline
Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Ranto Rajagukguk
ekonomi - Senin, 4 Maret 2013 | 14:14 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengaku telah meminta insentif eksplorasi ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) guna menambah cadangan minyak Indonesia yang hanya mencapai 4 miliar barel.

Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini mengatakan industri migas memerlukan insentif tersebut. Pasalnya, insentif eksplorasi yang nantinya diberikan Kemenkeu akan menggairahkan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dan dapat meningkatkan cadangan minyak bumi Indonesia

"Tujuan insentif itu agar menumbuh-kembangkan KKKS dalam melakukan eksplorasi. Hasil eksplorasinya baru terasa 10-20 tahun mendatang. Jadi apa yang dilakukan Kemenkeu akan baru terbukti pada 10-20 tahun yang akan datang," ujar Rudi usai acara Pembauaran Klaim Secara Simbolis dari Konsorsium Asuransi Aset Industri dan Sumur SK Migas-KKKS/JOB/TAC Periode 2010-2012 kepada tiga KKKS, di kantor SKK Migas, Senin (4/3/2013).

Menurut Rudi, apabila insentif tersebut tidak disetujui Kemenkeu maka cadangan minyak akan menurun secara drastis bahkan akan habis dalam beberapa tahun mendatang. "Kalau hari ini tidak dilakukan maka dijamin kita punya cadangan akan menurun," tutur dia.

Dia meminta Kemenkeu untuk tidak memberikan pajak kepada KKKS yang masih dalam tahap pengeboran atau eksplorasi karena tahap tersebut belum tentu menghasilkan minyak dan gas bumi sehingga tidak harus dikenakan pajak. "Kalau sudah mendapatkan minyak dan untung makanya itu yang dipajaki. Tapi eksplorasi, jangan kan untung, ketemu saja belum tentu," ujarnya. [hid]

Comments